Liang Langit
PETER DEVANTARA SJ – Langit ialah seorang yang kompleks dengan pelbagai konflik. Ia merasa tak percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Ia merasa selalu gagal dan dihakimi oleh orang lain. Ia merasa kecewa terhadap ayahnya yang dianggap terlalu dominan dan tak membiarkannya untuk menentukan dirinya. Ia merasa bersalah karena ia tak dapat memberi kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya, terutama bagi istrinya, Sri, yang bekerja keras.
Langit merasa terjebak dalam situasi yang sulit. Ia merasa bahwa ada kekuatan-kekuatan besar yang mengendalikan kehidupannya. Ia merasa tertekan dengan harapan dan tuntutan dunia. Ia selalu menyalahkan keadaan dan orang lain atas kesulitan yang dialaminya. Langit ingin membuktikan kepada dirinya sendiri dan dunia bahwa ia mampu mandiri dan sukses.
Ia mengalami konflik batin antara keinginan untuk mandiri dan kebutuhan akan dukungan orang lain. Ia ingin lari dari tekanan dan tuntutan yang dihadapinya. Ia sensitif terhadap kritik dan penilaian orang lain, terutama kata-kata yang menyakitkan. Ia merasa tak berharga, tak bernilai, tak berguna. Ia merasa hampa dan tak puas dengan segala perjuangannya.
Arah dalam kehidupan Langit hilang. Ia tak memiliki kendali atas kehidupannya. Ia pesimis terhadap masa depan. Ia berpikir kritis dan menganalisis situasi masyarakat yang tidak adil, maka Langit ingin memperjuangkan perubahan. Idealismenya tinggi, maka ia sering kecewa dan memberontak terhadap kenyataan dunia.
Langit ialah representasi orang yang merasa tertekan oleh idealismenya sendiri, kesulitan ekonomi, dan ketakpastian masa depan. Konflik batin yang dialaminya membuatnya sulit mengambil keputusan dan sulit mencapai tujuan kehidupannya. Langit memandang dunia tidak dari ketinggian di langit. Ia tersekap di dalam liang dirinya yang terbatas, tertutup, tak terbuka terhadap yang lain.
Dalam perjuangan batin dengan perasaan terisolasi dalam kesepian, Langit memanggil Sri, menyebut namanya lagi dan lagi. Dalam krisis ketidakberdayaan yang dalam, Langit terkapar seorang diri. Tapi Sri hadir dalam batinnya. Dan Langit pun masuk ke dalam kehadiran Sri sebagai tempat Langit mengungsi, merasa nyaman dalam pelukan kasih sayang. Harapan tidak jadi musnah. Istri menjadi pegangan yang kuat bagi suami, menjadi penopang dalam ketakutan dan kekalutan.
Akhirnya, dalam pergumulan batinnya, Langit menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih berarti daripada kehidupan sang aku yang mau dengan gigih menduduki pusat panggung dunia. Ia mencari kehidupan yang bermakna. Kehidupan yang bermakna ditemukan hanya oleh orang yang keluar dari liang dirinya sendiri untuk mengambil tanggung jawab atas tugas-tugas kehidupan bersama.
Kiranya, menghadirkan jagat batin dalam novel lebih mudah daripada menghadirkannya dalam film, apalagi dalam pementasan teater. Meskipun demikian, Mas Asa Jatmiko berhasil menghadirkan jagat batin Langit dalam teater, bukan film, bukan novel. Dan Mas Asa Jatmiko berani mengambil risiko bahwa orang-orang tak menangkap visualisasi konflik batin Langit dengan simbol, gerakan, dan tata panggung yang kreatif.
Keberanian Mas Asa Jatmiko untuk menghadirkan materi yang mungkin tak mudah dipahami oleh semua penonton menunjukkan komitmennya terhadap eksplorasi artistik. Pementasan teater Liang Langit ini berhasil menghadirkan kisah yang universal, relevan, dan memberi ruang bagi kita, para penikmat teater, untuk merenungkan pengalaman kehidupan kita sendiri.***
Pertunjukan
Menapaki usia yang ke-21 tahun, Teater Djarum menandai eksistensinya dalam dunia seni pertunjukan Indonesia dengan pentas “Liang Langit” karya Asa Jatmiko yang digelar di 4 kota, yakni: Semarang, Kudus, Tegal dan Tasikmalaya.
Lakon “Liang Langit” yang disutradarai Asa Jatmiko ini menghadirkan konflik personal di dalam batin manusia, seorang pekerja kasar pembersih kaca gedung bertingkat di sebuah kota besar.
Para pemain “Liang Langit” antara lain: Masrien Lintang, Andreas Teguh, Wijayanto Franciosa, Fani Setiawati, Heru Nugroho, Bambang Susanto, Kasmin, Harmalia Eka Yuniar, Abdul Sholeh, Purna Irawan, Syiva Regita Sari, Tania Kirana.
Pimpinan produksi Andreas Teguh dan Teresa Rudiyanto, didukung tim artistik: Bondan Dwi Cahyono, Aditya Debe Seputra, Ahmad Huzaeni, Umi Setiyani, Choirul Azis, Aldo Riski Pamungkas, Arvian Yovi Pratama, Kemal Maesal Azam, Syarif Hidayat, Dewi Murti, Ayu Cahya Widianingrum, Lea Cornelia, Sumarlan, Rahmanita Dewi Kastono, Lulu’atul Mufida, Rahmat Syaifudin, Febriani Normawati, Deni Anggaresta.

JADWAL PERTUNJUKAN LIANG LANGIT
Pertunjukan di Semarang: 📅 Sabtu, 27 Juli 2024 🕢 Mulai 19.30 Wib 📍Auditorium RRI Semarang Reservasi Semarang: WA: 0856-4050-3336 (Alfi)
Pertunjukan di Kudus: 📅 Sabtu, 10 Agustus 2024 🕢 Mulai 19.30 Wib 📍Lap. Basket, UMK Reservasi Kudus: WA: 0882-0064-76315 (Caca)
Pertunjukan di Tegal: 📅 Sabtu, 7 September 2024 🕢 Mulai 19.30 Wib 📍Teater Arena Taman Budaya, Tegal Reservasi Tegal: WA: 0821-3449-8216 (Chika)
Pertunjukan di Tasikmalaya: 📅 Sabtu, 21 September 2024 🕢 Mulai 19.30 Wib 📍Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya Reservasi Tasikmalaya: WA: 0852-5485-9210 (Wini Lada)
©2024
Video Pertunjukan Teater