
BUKAN KARTINI
Oleh: Iniibubudi


ISU KESETARAAN GENDER selalu menarik perhatian kita semua. Gerakan emansipasi adalah salah satunya, melalui Raden Ajeng Kartini, emansipasi perempuan menjadi isu bangsa yang digelorakan bersama dan dirasakan manfaatnya hari ini. Namun soal kesetaraan gender dalam wilayah pengertian yang lebih luas, yang berpijak pada hak azasi setiap manusia, belumlah semerdeka itu. Pada kenyataan hidup sehari-hari, kemerdekaan atas hak azasi setiap perempuan masih “terjajah”.
Membaca buah-buah pemikiran Septiana Wibowo dalam buku ini, sebagai pengeras suara perjuangan itu. Ia melihat banyak “penjajahan” sembari meneriaki kita semua untuk semakin melihat perempuan sebagai manusia utuh jiwa raga dan pemikiran-pemikirannya. “Dengan ditandai oleh konsumsi konten-konten perempuan cantik yang isinya tak berbobot oleh para kaum laki-lakinya. Bahkan sengaja membanjiri mereka dengan sanjungan-sanjungan yang membuat perempuan lain akan ingin menjadi seperti dia. Hingga yang terjadi banyak perempuan yang justru mencetak dan melabeli diri mereka dengan macam yang sama dalam berkonten,” tulisnya.
Untuk itu Iniibubudi Publishing menyambut baik diterbitkannya buku ini. Buku ini, bukan Kartini, tetapi suara hati dan pemikiran seorang Septiana Wibowo, yang layak kita baca dan renungkan. Selamat membaca.
Asa Jatmiko
Iniibubudi Publishing
Judul: Bukan Kartini
Penulis: Septiana Wibowo
Kata Pengantar: Hendira Ayudia Sorentika, S.Pi., M.I.Kom.
Tebal Hal:
Cetakan Pertama: 2025
Penerbit: Iniibubudi
ISBN: 978-602-70232-7-7
