
Esai


Ibu sebagai Sign of God Blessing
Esai: Aviskha Izzatun Noilufar, S.Pd.
Edisi Januari 2026, Tahun II


FTP Teater Djarum:
Sebuah Panggung Kreativitas Anak Muda yang Kurang Didampingi
Esai: Pipiek Isfianti
Edisi November 2025, Tahun I
Luka, Keberanian dan Kisah Tubuh "Para Petarung"
Esai: Imam Khanafi
Edisi Oktober 2025, Tahun I


Para Petarung: Meta Kritik, Buruh, Panggung, dan Cermin Sosial
Esai: Ranang Aji SP
Edisi Oktober 2025, Tahun I


Film "Gowok": Momen Musik Kristal dan Bagian yang (Kurang) Masuk Akal
Esai: Akhmad Idris
Edisi Oktober 2025, Tahun I


"Para Petarung" Tak Pernah Selesai Bertarung
Esai: Kusprihyanto Namma
Edisi Juli 2025, Tahun I


SARASVATI: Pelan dan Hangatnya Setangkup Seduhan
Esai: Imam Khanafi
Edisi Juli 2025, Tahun I


Mempersoalkan "Pendek" pada Cerita Pendek (di) Indonesia
Esai: Polanco S. Achri
Edisi Juni 2025, Tahun I


FFAB "Air Mata Air": Film sebagai Cermin Kesadaran dan Ruang Refleksi
Esai: Imam Khanafi
Edisi Mei 2025, Tahun I


Tabrakan Dua Kecenderungan Sinematik dalam "Penyalin Cahaya"
Esai: Ranang Aji SP
Edisi Mei 2025, Tahun I


Radha, Pembentuk Fondasi Sikap Ksatria Radheya
Esai: Arif Khilwa
Edisi April 2025, Tahun I


"Liang Langit": Sebuah Ruang Kosong atau Penuh Isi
Esai: Jimat kalimasada
Edisi Desember 2024, Tahun I


Merayakan Realitas Mimpi-Mimpi, Menelisik Beban Makna di Pundak Remaja
Esai: Elang Ade Iswara
Edisi Januari 2025, Tahun I
Follow us on Instagram





























