
Terbitan Iniibubudi


Aksara Nalarendra
Setiap cerita menyimpan denyut keikhlasan dan napas panjang perjuangan. Ada yang mengajak kita menengok keterasingan, ada yang menampilkan keberanian kecil yang mengubah nasib, ada pula yang mengajak kita bercermin pada nilai dasar kemanusiaan: empati, kesabaran, dan keteguhan hati. Cerita-cerita itu boleh dianggap sebagai dongeng fiksi sesuai “fitrah” sebuah cerpen, tetapi sebenarnya, berakar dari realitas para guru di Jepara. Itulah yang membuat antologi ini hidup: ia bukan hanya bacaan, tetapi kesaksian.
Antologi Cerpen Inspiratif Karya Guru Jepara


Bunga Krisan Merah dan Cerita-cerita Fraksionasi
“Bunga Krisan Merah” adalah ledakan cinta seorang Ranang Aji SP yang pada mulanya ditata untuk kemudian bisa terpajang di altar kesastraan Indonesia. Ya, pada gilirannya. Cerpen-cerpen fraksionasi yang ditulisnya menjadi cerpen-cerpen yang penting untuk dibicarakan. Sebagai ledakan yang mengganggu kenyamanan kita menikmati cerpen-cerpen konvensional, sebagai cara bercerita yang berkontribusi merombak cara membaca sebuah cerpen. Dan inilah tanda cinta Ranang Aji SP pada dunia sastra Indonesia.


Mozaik Gagasan RA Kartini untuk Bangsanya
Setidaknya terdapat empat hal penting dari perjuangan yang dilakukan RA Kartini, yaitu pertama, melakukan kritik pemikiran dan gagasan dalam konteks gerakan emansipasi atau kesetaraan posisi perempuan Indonesia; kedua, memperkuat struktur fundamental masyarakat dengan membangun dan mengembangkan ekonomi kreatif di masa itu, melalui pembinaan, penguatan, dan pemberdayaan seni kerajinan rakyat seperti ukir dan batik; ketiga, menumbuhkan semangat kebangsaan dan cita-cita kemerdekaan bangsanya serta melakukan kritik terhadap kolonialisme Belanda dan feodalisme bangsawan Jawa; dan keempat, membangun pendidikan perempuan yang cerdas, terampil, berbudi pekerti luhur dan mandiri untuk membangun peradaban baru bagi bangsanya. Ia tahun 1903 membuka sekolah khusus perempuan di Jepara dan tahun 1904 mendirikan sekolah yang sama di Rembang.


Kata Guru
Ki Hajar Dewantara, pahlawan nasional yang terutama menonjol dalam dunia pendidikan Indonesia, menegaskan pentingnya pendidikan. “Dengan adanya budi pekerti, tiap-tiap manusia berdiri sebagai manusia merdeka (berpribadi), yang dapat memerintah atau menguasai diri sendiri. Inilah manusia beradab dan itulah maksud dan tujuan pendidikan dalam garis besarnya."
Antologi Esai Guru


Bukan Kartini
Membaca buah-buah pemikiran Septiana Wibowo dalam buku ini, sebagai pengeras suara perjuangan itu. Ia melihat banyak “penjajahan” sembari meneriaki kita semua untuk semakin melihat perempuan sebagai manusia utuh jiwa raga dan pemikiran-pemikirannya. “Dengan ditandai oleh konsumsi konten-konten perempuan cantik yang isinya tak berbobot oleh para kaum laki-lakinya. Bahkan sengaja membanjiri mereka dengan sanjungan-sanjungan yang membuat perempuan lain akan ingin menjadi seperti dia. Hingga yang terjadi banyak perempuan yang justru mencetak dan melabeli diri mereka dengan macam yang sama dalam berkonten,” tulisnya.
Kumpulan Esai Septiana Wibowo


Jabrik
Mitos yang kental ketak-terjelasan itu justru telah mampu menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sosial masyarakat kita dengan baik sekali. Agak susah payah untuk merinci logika mitos, namun ketika kita mau mendengarkannya maka akan lebih mudah memahaminya, mengerti maksudnya dan merasakan nilainya. Karena demikianlah mitos. Semenjak dewa-dewi Yunani hingga saat ini berkembang berbagai mitos di berbagai tempat di seluruh dunia, mitos disebarkan dengan tujuan menumbuhkan ketaatan sekaligus ketakutan (baca: rasa).
Kumpulan Cerita Pendek Arif Khilwa


Arotigma
Catatan-catatan Budi Kusriyanto tentang dirinya sendiri, yang dibagikan kepada kita semua dan dapat dirasakan degubnya.


Sajak Lereng Muria
Antologi Puisi Karya 5 Penyair: Asa Jatmiko, Arif Khilwa, Asyari Muhammad, Aloeth Pathi dan Saliem Sabendino.


Wajah Negeri
Kumpulan sajak karya Arif Khilwa, seorang penyair dari pati yang juga seorang guru di sebuah Madrasah Aliyah.


Jejak Sajak Dec
Kumpulan sajak karya Ali Masudi Dec, yang didedikasikan untuk mengenang jasa-jasa almarhum dalam membangun dan menghidupkan kesenian di Jepara.


Tak Retak
Antologi Puisi "Tak Retak" karya Asa Jatmiko, diterbitkan pada 2016, merupakan kumpulan karya-karya sepanjang tahun 2005-2015. "Ini jenis penulisan yang agak jarang dipergunakan Asa Jatmiko sebagai pendekatan pejabaran puisi-puisinya. Namun menurut saya justru di sini kekuatannya atas penguasaan bahasa, pilihan yang cerdas dalam mempertajam gagasan, menabrakkan ide dalam penyampaiannya," tulis Arswendo Atmowiloto dalam pengantarnya.






