
Di Bawah Kasur
PUISI
Oleh: Kang Thohir
7/1/2026


Di Balik Bilik Itu
Ada makna di balik bilik itu
Kamu sendiri dalam ruang semu
Dalam penjara yang sunyi
Kamu masih merajut asa yang kian terus menghampiri
Menghirup udara segar
Aura cinta terpancar
Meredam duka kian pudar
Aku menemukan itu semua dengan sabar
Dalam keadaan benar
Brebes, 25 Mei 2026
Di Bawah Kasur
Kita memang harus merangkak
Untuk meraih impian itu
Di ujung senja menunggu rembulan
Bergelayut di bawah kasur kian bengkak
Brebes, 25 Mei 2026
Asri
Asri aku ingin terbang bersamamu
Membawa cinta kita keliling dunia
Seperti halnya burung-burung terbang itu
Bercumbu dengan waktu
Mencari makan pagi dan sore
Agar bisa membiayai hidupmu nanti:
"Ah, lebay, lu! Gombal, lu! Coba buktikan!"
"Aku akan buktikan, Sri."
Brebes, 25 Mei 2026
Dewi Arunika
Pada kesunyian malam
Pada puing-puing bangunan
Kian tenggelam
Selepas sore di ujung senja
Ia berpesan pada arunika
Esok aku ingin menyapamu kembali
Sehingga kita menetap penuh sinar
Dari bilik hati mengepul hari berpijar
Kau seakan bersemayam
Dari dulu mengetuk pintu-pintu langit
Aku meliuk-liuk dihempas angin
Bersenggama dalam waktu
Bercanda ria bersamamu
Seperti aku menatap burung kenari
Indah berkicau
Aku berdansa di hasrat memantau
Kadang melantunkan lagu itu
Kerap mengingatkan di awal bertemu
Bersenyum malu
Kau begitu indah dan ayu
Teduh dan syahdu
Tiada yang lain
Selain memandang wajahmu
Tergiang-giang menatap pesonamu
Gelora semangat membara
Asa ingin memilikimu
Ruas jantungku berdegup kencang
Jiwa melayang
Tak terbayang
Terbawah irama melodi itu
Menawan kalbu
Berkesan, merayu
Anggun bila menatap parasmu
Dan manis senyummu
Seperti madu bercampur susu
Begitukah dirimu, oh dewiku
Brebes, 16 April 2026
Taman Kata dan Cerita
1
Terkadang orang yang depresi dan stres itu wajahnya cepat keriput atau menua, makanya aku sering mengalaminya. Akan tetapi, aku juga ingin bisa melewati semua itu dengan penuh tegar dan berpura-pura ceria untuk terlihat bahagia. Ah, entahlah.
2
Berusaha untuk tidak marah memang susah. Lebih baik diam saja, atau aku menjelma menjadi seorang dinding di antara waktu dan rindu. Kibarkan panji-panji di atas perjuangan mengobarkan api kemenangan. Haruskah seperti itu? Kepingan luka membungkus kado makna cinta itu sendiri, pahit, perjuangan, perasaan, dan pilu. Akankah seperti ini terus?
3
Seseorang bisa menjadi berguna bila menyapa dengan cinta dan menyerapnya dengan kasih sayang. Orang bodoh pun bisa berguna untuk orang lain, mungkin dengan tenaganya dan mau membantunya atau menolongnya. Tuhan menciptakan semua makhluk tak ada yang sia-sia, semua berguna dan semua mempunyai fungsinya masing-masing dan kegunaannya masing-masing.
4
Sebenarnya aku lelah, tapi aku kadang berusaha kuat, meski jiwa ini sering jatuh bangun. Dari situlah aku menemukan hikmah dan mengetahui semua itu. Tetap sabar, meski terlihat buruk di mata orang-orang.
5
Jangan pandang sisi kekuranganku dan keburukanku itu membuatmu benci padaku, tapi pandanglah diriku dari sisi semangatku dan tetap aktif di manapun berada. Itu menjadikan kekompakan dan saling melengkapi, jangan saling membenci satu sama lain agar kita tak terpecah belah. Terus semangat pantang mundur, dan tetap rukun abadi dan kompak selamanya.
6
Saling cinta awalnya, dan sekarang menjadi musuh karena adanya permusuhan, perselisihan atau kedengkian semata. Sehingga menghasut dan memprovokasi satu sama lainnya. Menuai pro-kontra dan kontrovesial di antara mereka, timbulah permasalahan yang ada. Karena tak saling percaya dan tak mengetahui dari sisi kronologinya secara jelas, sehingga yang ada hanya rekasaya dan saling menyalahkan, saling tuduh menuduh dan menjatuhkan. Sehingga bingung mana yang benar, dan mana yang salah. Orang benar disalahkan, dan orang salah dibenarkan. Memang zaman sudah kebalik dan morat-marit, sulit dicerna oleh akal, dan penuh tipu daya (fatamorgana), hanya sandiwara semata. Miris!
7
Sejujur apapun dirimu di mata orang yang membencimu itu takkan percaya dirimu, bahkan dianggap dirimu sedang berbohong atau menipu. Sedangkan sebohong apapun dirimu di mata orang yang mencintaimu itu akan mempercayaimu, bahkan dianggap dirimu adalah orang yang jujur dan baik hatinya. Ketahuilah zaman sekarang itu harus berhati-hati dalam bersikap dan menilai orang, lebih baik diam dan tidak usah ditanggapi cerita-cerita itu. Toh, akan kelihatan siapa yang salah dan siapa yang benar. Tetap harus waspada, dan jangan berburuk sangka.
Brebes, 11 Februari 2026


--------------------------
KANG THOHIR
Penulis tinggal di Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya. Sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren.
INIIBUBUDI
Sejak 17 Februari 2016
Iniibubudi.com merupakan media sastra dan budaya, terbit setiap bulan. Menerima karya-karya: puisi, cerpen, esai, naskah lakon dan pemberitaan kegiatan seni dan kebudayaan dari seluruh Indonesia.
KANTOR REDAKSI: JL. Kelapa Sawit V/6 RT02 RW04 Megawon, Jati, Kudus, 59342 TELEPON/HP: 0857-1203-0122 PENERBIT: INIIBUBUDI TERDAFTAR: AHU-0023706-AH.01.16 Tahun 2026 No. Akta: 73 DONASI KASIH IINIIBUBUDI: Rekening Bank BRI KC Kudus Nomor: A/C 0038-01-003875-56-6 E-MAIL REDAKSI: iniibubudi.publishing@gmail.com




