
Dari Pulau ke Panggung, Teater Kelakon Karimunjawa Guncang Festera Jepara
Oleh: Rhobi Shani


Jepara: Di Pulau Karimunjawa, nyala cahaya kesenian dipancarkan dari para anak muda. Mereka dengan gigih berlatih seni peran sebagai bentuk ekspresi diri dan pemberdayaan komunitas.
Setiap halaman naskah mereka amati dengan seksama saat berlatih di rumah adat milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara yang berlokasi di Kemujan, Kecamatan Karimunjawa.
Mereka menjadi kelompok teater pertama dan satu-satunya dari Karimunjawa yang tampil di Festival Teater Jepara (Festara) selama tiga hari sejak Jumat, 7 November 2025.
Teater Kelakon merupakan wadah seni peran yang berisi anak-anak dari berbagai suku yang tinggal di Kemujan, Karimunjawa. Para seniman muda itu rata-rata menempuh pendidikan di bangku SMP hingga SMA.
Lima aktor dari Teater Kelakon membawakan cerita berjudul "Warisan Ukir Jepara". Penampilan apik yang disutradarai Yahazaky ini pun sukses menguncang panggung Festera.
Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara, Kustam Erey Kristiawan, menyampaikan pada momen Festera tahun ini, DKD Jepara memberikan penghargaan kepada kelopok Teater Kelakon dari Karimunjawa sebagai kelompok perintis dan pelopor seni teater di wilayah kepulauan Karimunjawa.
Sejak pertama Festera diselenggarakan 10 tahun lalu, belum pernah ada kelompok teater dari Karimunjawa sebagai peserta.
“Kami melihat memang tidak ada kelompok teater di sana (Karimunjawa). Baru pada Festera tahun ini ada peserta dari Karimunjawa, itu sebabnya kami memberikan penghargaan ini, tidak hanya proses berteaternya saja, kawan-kawan dari Karimunjawa mau pentas di darat (Jepara) itu juga butuh perjuangan yang luar biasa,” ujar Kustam.
Dalam gelaran Festera, sebanyak 14 kelompok teater tampil membawakan cerita bertema seni ukir. Beragam persoalan sosial yang terjadi hari ini berkait keberlangsungan seni ukir mampu dihadirkan dengan baik oleh para peserta.
Teater Bosas keluar menjadi juara 1 Festera 2025 dengan Lakon Warisan Bapak yang disutradarai oleh Reza Agnes Sindy. Pementasan berdurasi 40 menit itu juga berhasil mengantarkan Hetta Kumala sebagai Aktris Utama terbaik. Kelompok teater Bosas juga membawa piala nominasi setting properti terbaik. (*)
