JALAN LAIN

BUKU

Iniibubudi menginisiasi penerbitan buku naskah lakon Jawa Tengah sebagai bentuk apresiasi dan sekaligus stimulan lahirnya naskah-naskah lakon yang semakin subur. Kami berharap naskah-naskah di dalam buku ini dapat dipergunakan di dalam festival-festival teater, dimainkan oleh kelompok-kelompok teater serta menjadi materi pembelajaran dan proses berteater di lingkungan manapun. Dengan demikian, tumbuh-kembangnya ekosistem teater di Jawa Tengah menjadi gerakan dan tanggungjawab kita bersama, sebagaimana harapan kita semua.

Kurator,
Luna Kharisma:
Meski dengan ide dan gagasan yang berbeda-beda, tetapi setiap naskah terpilih ini sama-sama menunjukkan “ketidakpatuhan” terhadap struktur kuasa yang dilawan, baik itu kapitalis, negara, sistem patriarki, aparat, pejabat dan orang-orang serakah, orang tua, atau bahkan ambisi diri. Ketidakpatuhan akan memunculkan “jalan lain”, upaya-upaya yang dilakukan untuk terus menggeser, mendobrak, menggugat, membongkar batas-batas, atau bahkan sesederhana mencari celah untuk terus menempuh jalan lain. Dari lereng Gunung Muria hingga perjalanan di dalam kereta, “jalan lain” itu kita telusuri satu-persatu. Melewati setiap daerah yang berbeda, melampaui gagasan-gagasan yang bergerak antara diri dan liyan, antara desa dan kota, antara orang tua dan anak, antara negara dan warganya, antara masa lalu yang tak ingin berganti dengan masa depan, antara kenyataan dan harapan. Tindakan ketidakpatuhan dan upaya mencari “jalan lain” adalah suatu kemewahan yang masih bisa kita miliki, sebagai bagian kecil dari semesta besar pekerja teater di Indonesia yang menghadapi tantangan dan hambatannya masing-masing.

Kurator,
Hanindawan:
Seluruh lakon di ‘sangga' oleh cerita, tokoh tokoh yang melakukan aksi dan reaksi, saling berinteraksi antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Tetapi ada juga yang terbaca sebagai monolog.

Sebagai pembaca, saya menurut saja apa apa yang diekspresikan penulis lewat karyanya. Sangat beragam, ada yang ‘memotret' lingkungan atau problem rumah tangga, cinta, kesunyian, pesugihan, korupsi dsb.

Seorang penulis mengalirkan gagasannya dari awal menuju akhir. Sebagai pembaca saya berusaha membiarkan diri saya untuk mengarungi ‘aliran' gagasan yang disalurkan lewat tokoh, alur, suasana, konflik maupun tempat peristiwa berikut adegan demi adegan yang disusunnya.

Masih ada banyak lakon yang fokusnya melebar, baik dari alur cerita, tokoh sehingga gagasannya terbaca kurang benderang. Tetapi banyak pula yang pilihan dialog, susunan adegan, karakterisasi tokoh, konflik, tersaji dengan gamblang, dari mana dan kemana lakon bermuara.

Membaca 53 judul lakon seperti saya mendengarkan orang berbicara, apa yang hendak dibicarakan? Apakah sudah cukup jelas? Menarik? Memikat? Atau mengernyitkan dahi karena arah pembicaraan tak segera teraba. (*)

JALAN LAIN
Antologi Naskah Teater Jawa Tengah

Penulis:
Bondan D.C., Dulrokhim, Idham Ardi Nurcahyo, Isna Ayusania, Makhasin, Moh. Henri Prasetiyo, Rudi Iteng, Septiana Wibowo, Siwi Agustina dan Udiarti

Editor:
Asa Jatmiko

Kurator:
Hanindawan, Luna Kharisma dan Asa Jatmiko

Tebal Hal: xvi + 261 Hal
Cetakan Pertama:
Mei 2026
Penerbit: Iniibubudi
ISBN: 978-634-96531-2-1

"Jalan Lain"
Antologi Naskah Teater Jawa Tengah

INIIBUBUDI
Didirikan sejak 17 Februari 2016
AHU-0104264-AH.01.14

Alamat Redaksi:
Jl. Kelapa Sawit V/6 Megawon, Jati, Kudus - Indonesia 59342
E-mail iniibubudi.publishing@gmail.com

Donasi Pengembangan Iniibubudi:
Bank BRI No. Rek.: 0038-010038-75566 - INIIBUBUDI

Mitra Kerja: