Jalan Panjang Perawi

PUISI

Karya: Faris Al Faisal

1/1/2026

DI DEPAN LAYAR

Ke dalam layar yang kausentuh, cahaya

zaman … & apa yang terus bergerak

mencapai kreatifitas, membuat larik-larik

aplikasi menuliskan banyak hal,

gagasan meletupkan bunyi kemerdekaan,

mendapatkan kata yang pas

pada sebuah perangkat, puisi bermain di sana,

menghidupkan puntung jantung,

atau membangun instalasi mimpi kedua

(sesudah jatuh), bangun lagi menghapus

jelaga di permukaan kaca,

& kaulihat, wajah ibu

mekar seperti bunga bangsa

tak lelah memberi arti

rancangan hari, yang kausimpan dalam alarm

buatlah ia sebagai pengingat

mencairkan keluh

yang masih menyanyikan luka

dihirup, hilang duka

sedang term-term digital yang melesat cepat

dapatkah melukiskannya?

betapa indah seharusnya hidup,

berpindah ke medium, ke elektrum.


2024





SAMPAI JUMPA KAWAN

Tapi aku sudah tidak khawatir ... kalian boleh melanjutkan mimpi

& aku memilih di sini dengan setumpuk dongeng/koleksi pribadi,

membaca pertemuan & perpisahan, MP3/MP4 dalam kotak folder

yang bisa dilihat kapan saja, jangan khawatir ... aku bisa berbagi,

kesenangan macam semenanjung yang basah, musim membagi

nyala matahari, iklim raya & penyebaran tak pernah diduga, cuma

apapun itu adalah kita,

jika tak ada kesempatan

itu berarti telah bekerja mesin-mesin pencarian

& pertanda semua terdengar menggembirakan

meski terdengar sangat konvensional

tak hilang jejak

jejaring yang menarik tangan-tangan

terhubung lengan

lakukan saja – tentu semua bisa

sekeras apapun logam

adalah pakaian Daud

potongan yang disatukan

selebihnya mengirimi

kartu undangan.


2024

SEGALA YANG DIPUJA TEMPAT BERSANDAR

Mungkin sekadar bangun pagi ... mendapatkan-Mu? & atau aku

bakal memanjat pohonan doa/di ujung deritaku, dengarlah: hai,

ini pujaku, mencari tempat bersandar & dari pusat kesadaranku

muncul, bayangan jatuh, warna yang utuh pada sajadah merah,

kembali dari kealpaan, dalam absenku: catatan & kuhitung tidak

cukup, laporan & kuperiksa tidak bagus – tidak mengubah kata,

angka-angka yang dipermainkan, menemukan kejujuran di sela

kesenyapan yang diciptakan,

itu tidak bohong

setiap orang merindukan bahu

& bersandar

mulut ... mengucap (manis)

bagaimana mengatur perjumpaan itu?

& ke dalam riuh kekhusyukan

upacara/ritus alam pagi

membangun dunia

sebagai buah beri merah

: &

memetiknya

dari bukit

di belakang rumah.



2024


ENAM MASA KEHILANGAN

Setelah enam masa kehilangan itu, apakah <<mimpi>> masih tumbuh?

& lupakan seharusnya kecewa/keadaan yang tak sebenarnya, hanya

membuat migran & kepala makin berat, ayo ... kunjungi bacaan, rak-rak

yang menawarkan kekayaan intelektual, menjawab tanya & kisah yang

menghibur jiwa, semacam cara memuakkan untuk menjadi lebih baik,

tanpa murung, tanpa menung, & tanpa (ter)kurung, sementara teleskop

diarahkan melihat satu masa ... yang kau tak lagi tampak, & semestinya

demikian, tak menoleh lagi ke belakang, hal yang berguna bagaimanapun

akhir dari kehilangan,

sesekali atau mungkin berkali-kali

bukan capaian yang mengagumkan

atas apa yang tergambarkan

sebab kegagalan

menutup mata & telinga

mengikuti malam yang hitam

berkomposisi? & tak percaya/

jika bumi berputar

menggelindingkan nasib & semua isi

aku mulai terjaga

membuat mimpi yang baru

kulihat bintang lewat

aku segera mencegat

& ia tersenyum

matanya berkedip

cahaya berjatuhan ke wajahku.



2024



RIWAYAT KESUNYIAN BINTANG

Ini ketika gugusan bintang masih hijau muda, bisa melangkah

ke atas tanpa replika atau duplikat, tanyakan pada dua remaja

& kelihatannya mabuk kepayang: saat memutuskan untuk naik

menyentuh cahaya/gemerlap, dari gelap & sukacita, ia berkata,

semua orang berharap cinta, menunggu bertahun-tahun, & atau

dalam sekejap menemukannya, maka ada perubahan meloncat

sangat monumental, upaya-upaya menjelaskan yang tak cukup,

riwayat kesunyian bintang,

&

sedikit samar memang

dengan kepergian adalah bagian dari hidup

bukan mimpi, maka menangis

malam merangkul

hujan dini hari memukul

mereda dan berhenti

matahari pagi membagikan cahaya

atap-atap mencair

langit dipandangi dari bumi

tak ada bintang

bukan ia yang lewat

... (bukan)

tapi kau.



2024

JALAN PANJANG PERAWI

Untuk mengetahui ke mana para perawi, jalan panjang di depan,

riwayat-riwayat mencatat & temanmu yang beriman menuliskan

kitab/yang berumur panjang, rumah bagi pengetahuan, menafsir

segala kejadian ... (yang ada), 1.000 bulan cahaya/partikel ladang

kebaikan, ke arah zaman mana? & puisi lalu syair dibaca: serupa/

semacam manuskrip terserak & dihimpun dari pelepah-pelepah,

mendinginkan gurun dari terik, & mengalirkan mata air raya oase,

aku telah menyusun musnad

meneliti kisah-kisah & kata-kata

tidak semua menyukai

kecuali akan ada

hal baru

menyiapkan perjamuan para pencerita

pesta kecil dengan sabda di meja

seolah akan berguru

bertandang ke mimpi suci

semua boleh hadir

membawa hikayat

&

riwayat

ke jalan lurus.


2024

--------------------------
FARIS AL FAISAL

penyair dan pendiri Rumah Puisi di Indramayu.

Cerita Pohon Kering, karya Putut Pasopati