
Mengenal Wayang Sejak Usia Dini di Joglo Langgar Srimuji
Oleh: Rhobi Shani
5/30/2026


Jepara - Iniibubudi: Puluhan anak duduk rapi bersila. Mereka mendengarkan paparan karakter wayang yang disampaikan Sugiyarto. Sesekali beberapa anak melontarkan pertanyaan.
Sebelum anak-anak siswa TK Smart Kids bermain wayang, mereka dikenalkan dengan karakter wayang dilihat dari warna muka. Ada wayang yang wajahnya berwana putih, hitam, merah, dan emas.
“Ini Punta Dewa wajahnya warnanya hitam berarti dia orang baik. Kalau yang wajahnya berwarna merah berarti dia orang jahat,” ujar Sugiyarto sembari menunjukan tokoh wayang Dursasana yang mukanya berwarna merah, Sabtu, 30 Mei 2026.
Selain warna hitam dan merah, ada juga wayang yang wajahnya berwarna putih dan emas. Wayang yang wajahnya berwana putih, berarti karakter tokoh wayang tersebut masih berusia muda. Sementara, wajah wayang yang berwarna emas menandakan tokoh yang jujur.
“Nah, kalau tokoh yang warna mukanya emas berarti dia orang yang jujur tidak suka berbohong. Hayo, siapa yang suka berbohong? Tidak ada ya, adik-adik tidak boleh berbohong, harus jadi orang-orang yang jujur,” kata Sugiyarto di hadapan puluhan anak-anak.
Usai dikenalkan dengan karakter tokoh wayang, anak-anak peserta outingclass di Joglo Langgar Srimuji Desa Langon itu diajarkan cara memainkan wayang. Satu persatu anak-anak memegang wayang.
“Pegangnya tangan kanan. Ayo wayangnya semua diangkat terus jalan,” ajak Sugiyarto memeragakan cara berjalan wayang.
Pimpinan sanggar Joglo Langgar Srimuji, Rhobi Shani, menyampaikan kegiatan outingclas mulai dilaksanakan disanggar yang dikelolanya sejak tiga tahun lalu. Selain wayang kulit, para siswa yang datang juga bisa bermain gamelan.
“Kami terbuka untuk siapa saja. Kalau kegiatan outingclass seringnya memang anak-anak TK dan SD. Kalau untuk pelatihan gamelan ada anak SMP dan SMA,” ungkap Rhobi.
Melalui kegiatan outingclass mengenal wayang dan gamelan, Rhobi berharap kesenian tradisional Jawa ini tetap lestari. Pada umumnya, orang akan merekam peristiwa yang dialaminya semasa anak-anak. Sehingga, ketika anak-anak menjadi dewasa ada perhatian terhadap kesenian Jawa yang satu ini.
“Yang datang ini kan anak-anak. Mereka memegang dan memainkan langsung gamelan dan wayang. Harapan kami, kelak mereka yang datang kesini jadi orang sukses semua, terus nanggap gamelan dan wayang. Kalau nanti ada yang jadi pejabat, ya kebijakannya berpihak pada pelestarian wayang dan gamelan,” papar Rhobi.(*)
Sugiyarto, tengah mengenalkan wayang kepada anak-anak. Salah satu kegiatan outingclass selain belajar gamelan yang dilaksanakan di Joglo Langgar Srimuji, Tahunan, Jepara. (Dok: Ist)
INIIBUBUDI
Didirikan sejak 17 Februari 2016
AHU-0104264-AH.01.14
Alamat Redaksi:
Jl. Kelapa Sawit V/6 Megawon, Jati, Kudus - Indonesia 59342
E-mail iniibubudi.publishing@gmail.com
Donasi Pengembangan Iniibubudi:
Bank BRI No. Rek.: 0038-010038-75566 - INIIBUBUDI
Mitra Kerja:




